SEJARAH HIDUP SAYA
"Sejarah Hidup Saya"
Nama saya Krisopras Eben Haezer atau biasa dipanggil Eben oleh teman-teman SMA saya dan Krisopras sewaktu saya SD, saya juga memiliki hobi membaca buku dan bermain basket. Saya lahir di Malang pada tanggal 27 November 2002. Saya juga memiliki adik perempuan bernama Faith Krisolita.Saya masuk sekolah dasar di tahun 2009 – 2015 di berbagai sekolah yang berbeda-beda setiap saya naik kelas mulai dari Bandung, Siantar, Tanjung Pinang, dan Tulungagung. Hal ini dikarenakan saya sudah lama hidup merantau bahkan sejak saya masih bayi juga demikian, kedua orang tua saya selalu membawa saya kemanapun, karena pekerjaannya sebagai seorang pasangan Hamba Tuhan. Kemudian setelah saya lulus dari sekolah dasar saya pergi melanjutkan SMP saya ke Mentawai, Sumatera Barat pada tahun 2015-2018 dan setelah itu saya saat ini berencana mengakhiri pendidikan SMA saya di NTT, tepatnya di SMAK Kasih Karunia, Kupang Timur dan ada kemungkinan masa SMA ini akan berakhir di tahun 2022 mendatang.Saya sendiri adalah pemuda berpostur 170 cm yang sangat senang dengan hal-hal baru, terutama dengan hal yang berbau musik, saya sangatlah menyukai hobby tersebut. Sejak SMP kelas 7, saya sudah sangat senang memegang gitar meskipun gitar tersebut masih pinjaman dari tetangga saya, namun meski begitu saya telah menanamkan niat saya untuk mempelajari gitar seserius mungkin, alhasil ayah saya membelikan saya gitar baru pada waktu kelas 8 SMP dan bandingkan belajar, pada waktu itu saya lebih senang bergaul dengan komunitas musik saya di sana, saya banyak menghabiskan waktu sore dan malam hari saya di luar bersama teman-teman tetangga saya hanya untuk menelusuri lagu-lagu yang enak didengar dari band-band dunia barat, melalui bakat saya tersebut saya sudah sangat sering mengarang lagu meskipun belum pernah di publikasikan bahkan saya sudah sering pelayanan gitar di gereja lutheran di Mentawai yang pada waktu itu kami hanya bermodalkan sepasang gitar akustik, tidak ada band dan juga tidak ada alat-alat canggih lainnya untuk 2 pemain musik sukarelawan dan bagi saya selain menyukai musik, saya juga hobby menggambar, mengedit video, menulis, bermain futsal, dan basket.
Sebelum saya mengenal Tuhan saya memiliki berbagai peristiwa besar yang akhirnya mampu mengubah hidup saya menjadi lebih baik seperti saat ini, dari peristiwa tersebut maka pada akhirnya dapat membawa saya lebih dekat kepada Tuhan Yesus.
Kejadian ini adalah kenangan masa kecil saya yang saya ingat kembali sebagai berkat terbesar Tuhan di masa lalu saya dan saya menjadikannya sebagai moment pertobatan saya. Jadi pada waktu saya masih berusia 6 tahun, saya pernah terjatuh dari tangga rumah saya yang cukup tinggi yang mengarah ke lantai 2, pada waktu saya terjatuh ke lantai, saya tidak cukup mengingatnya hanya saja yang saya ingat pada waktu itu ada sandaran empuk yang menyandarkan saya di lantai pada waktu itu sehingga badan saya tidak terlalu terbentur keras kelantai. Sejak saat itu saya baru sadar saat waktu kelas 9 bahwa itu adalah tangan Tuhan yang sedang bekerja memberikan saya kesempatan untuk tetap hidup dalam anugerah-Nya.
Namun kejadian diatas tidaklah cukup untuk menjadi moment pertobatan saya pada waktu itu tapi cukup untuk menjadi kenangan terindah saya saat ini, dan ada satu peristiwa pahit yang benar-benar menobatkan saya saat ini, yaitu insiden saya di kota Batam di mana terdapat 2 korban jiwa yang terluka parah akibat kelakuan saya sendiri yang merasa layak untuk berkendara di bawah umur di jalan raya bersama sepupu saya saat itu. Telah terjadi tabrakan maut antara ban depan saya dengan sepasang sahabat laki-laki pemabuk di jalan raya kota Batam saat itu, melalui kejadian itu saya sudah sangat terpukul karena sebelumnya keluarga saya sudah memperingatkan saya untuk tidak berkendara motor hingga ke jalan umum, namun saya melanggar dan Tuhan segera bertindak adil untuk menunjukkan kekuasaan-Nya dalam hidup saya. Ia tidak mengambil nyawa saya saat itu namun Ia hanya menegur saya dengan kerasnya rasa terpukul dan penyesalan, saat itu saya hanya anak SMP kelas 8 yang sedang berlibur ke rumah keluarga di Batam untuk bersenang-senang dan pada akhirnya saya hanya menambah beban keluarga, itulah yang ada dalam pikiran saya saat itu. Namun Tuhan begitu baik kepada saya, karena pada saat itu polisi tersebut sangat di penuhi oleh kuasa Tuhan karena polisi tersebut ingin mengambil jalan pintas untuk tidak membawa masalah ini ke pengadilan, karena pada saat itu saya dan ke dua korban tersebut sama-sama orang yang terpukul, dimana saya hanya anak berusia 13 tahun dan ke dua korban itu hanya perantau pengangguran yang kerjanya hanya mabuk-mabukan, padahal sebenarnya saat itu luka-luka mereka sangat berat hingga mematahkan beberapa tulang bagian tubuh.
Melalui peristiwa itu saya menyadari bahwa Tuhan itu benar-benar ada dan menjadi pengawas hidup manusia yang bergeser dari jalan yang benar, Dia tahu waktu yang tepat untuk menegur kita dalam kelemahan kita. Yang lebih mengherankan lagi bahwa saya merasa seolah-olah ada malaikat yang menyertai saya pada saat kejadian tersebut berlangsung, dimana saya sama sekali tidak terluka atau bahkan lecet sedikitpun, sehingga polisi terkejut mengapa saya bisa selamat dari kejadian itu.
Saat ini saya punya mimpi besar untuk menjadi seorang diplomat muda. Saya bukan orang yang pintar dan hebat, saya hanya penyuka musik dan tidak ada sedikitpun hubungannya dengan cita-cita saya namun Ayah saya mengajarkan saya alasan untuk hidup adalah untuk berani bermimpi besar, karena kita butuh harapan besar untuk menjalani hidup bersama Tuhan.
Komentar