Tugas Refleksi Tafsiran Alkitab

     Kitab Yesaya

Dikitab ini terdapat 66 pasal, dan saya dapat belajar bagaimana anggota jemaat mengerti dan percaya bahwa anugerah Allah hanya dapat di peroleh didalam Tuhan Yesus Kristus, yang menjelma menjadi hamba yang menderita dan mati sebagai korban dosa manusia. Kesetiaan bangsa Israel terhadap Tuhan di kitab ini terus diuji, sampai-sampai banyak dari orang Yerusalem yang dihukum Tuhan akibat meninggikan dirinya sendiri, Tuhan bukan tidak pernah mengingatkan bangsa-Nya, tetapi sudah berulang kali namun semuanya itu sia-sia akibat kekerasan hati bangsa Israel, maka dari itu Tuhan memakai bangsa asing untuk menghukum bangsa Israel.

Disinilah Yesaya dipanggil Allah setelah kematian Raja Uzia, disinilah saya belajar bagaimana kita harus menghargai kesempatan yang telah diberikan Allah kepada kita, seperti orang Israel, karena kesempatan yang Allah berikan itu merupakan anugerah dari Allah dan kita harus merendahkan diri dihadapan Allah karena Allah itu adalah Allah yang cemburu dan tidak segan-segan menghukum kita karena meninggalkan diri-Nya.

Dari kitab ini juga mengingatkan saya tentang nubuat akan kelahiran sang juruselamat, harapan manusia yaitu Yesus Kristus. Ini membuktikan bagaimana Tuhan ditengah-tengah dosa bangsa-Nya ia memberikan harapan kekal pada bangsa-Nya yaitu Yesus Krsitus, sudah seharusnya bangsa Israel bahkan kita di zaman sekarang menghargai pemberian kesempatan Allah tesebut dengan bijaksana.

                           Kesimpulannya

1.                              Kitab Yesaya mengajarkan tentang kekudusan Allah, karena Allah juga menuntut hidup yang kudus dari umat-Nya.  Kitab Yesaya mengajarkan bahwa kelahiran dan penderitaan dari Tuhan Yesus sudah menjadi rencana Allah. Kitab Yesaya menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah perwujudan dari Allah yang perkasa namun juga mengasihi. Kitab Yesaya mengajarkan saya kalau dunia akan mengalami masa penghukuman atau kehancuran , Kitab ini menegaskan bahwa Kristus Yesus merupakan korban dari dosa-dosa manusia.




                                                         Kitab Yeremia

                Pada kitab ini di ceritakan bahwa kehidupan sosial Yehuda mengalami kemerosotan. Penindasan terhadap kaum lemah oleh para elit bangsa semakin menjadi-jadi dan mencapai puncaknya. Penindasan terhadap orang asing. Janda dan yatim piatu, penumpahan darah, penyembahan berhala, pencurian, perzinahan, dan bahkan pengurbanan anak-anak yang merupakan dosa terlarang tapi dilakukan secara terang-terangan.

                Disaat seperti inilah Yeremia dipanggil menjadi nabi dan memulai pekerjaannya dan aktif melayani di pemerintahan Raja Yoyakim, Zedekia. Ada banyak sekali buah hasil pelayanan dari nabi Yeremia ditengah kebejatan bangsa Israel, Yeremia juga pernah dalam pemberitaannya memahami bahwa Tuhan Israel adalah Tuhan semua bangsa, Tuhan itu penghukum namun juga akan memberikan pemulihan. Tuhan juga kadang memakai bangsa asing untuk menghukum dan juga bisa untuk membebaskan bangsa-Nya. Maka dari itu penghukuman Tuhan bukanlah akhir dari sejarah kehidupan bangsa Israel karena Allah adalah Allah yang pastinya setia pada janji-Nya.

                                                                          Kesimpulannya

               Yeremia memiliki hubungan yang sangat mendalam dengan Tuhan, begitu mendalam sampai-sampai Yeremia begitu berterus terang menyampaikan keluhan-keluhannya kepada Tuhan, Yeremiapun pernah mengalami penderitaan karena dibenci kawan-kawannya, disini saya belajar untuk mengikut Tuhan kita harus rela untuk mengalami hal ini, karena memang Tuhan ingin kita meninggalkan dunia dan memilih hidup bersama-Nya.    





Kitab Ratapan

    Dikitab ini tidak memiliki banyak pasal namun meski begitu kitab ini berisikan bagaimana anggota jemaat mengerti bahwa kehancuran kota Yerusalem adalah akibat dosa-dosa bangsa Israel, sehingga anggota jemaat juga mengetahui bahwa Allah menghukum dunia karena dosa-dosa manusia.
    Yeremia sampai-sampai menangisi keadaan Yerusalem yang dihancurkan dan ia menyadari bahwa hal ini merupakan salah satu murka Allah akibat ulah dosa orang-orang Israel, sehingga pada akhirnya Yeremia memohon pada Allah agar memulihkan kembali bangsa Israel. Dari hal ini saya belajar untuk selalu tetap bertindak kritis layaknya Yeremia dan selalu mendoakan yang terbaik dan tidak ikut kedalam arus pencobaan. 

Kesimpulannya

1. Kitab ini menceritakan Yeremia yang merasakan kesedihan akan keadaan bangsanya.

2. Kehancuran Kota Yerusalem merupakan pernyataan penghukuman Allah atas dosa bangsa Israel. 

3. Dalam keadaan yang penuh penderitaan, Yeremia berdoa untuk memohon pertolongan dari Allah.


Kitab Yehezkiel 

    Kitab ini berisi mengenai tentang keyakinan bahwa Allah yang memilih bangsa Israel sebagai umat pilihan-Nya, adalah Allah yang dikenal dalam Tuhan Yesus Kristus, yaitu Allah yang Mahakuasa dan yang mempunyai rencana yang indah dalam kehidupan seseorang.
    Mulai dari pasal 1-3 Allah memanggil Yehezkiel menjadi hambanya, Allah memperlihatkan kemuliaan-Nya dan juga memperlihatkan pada Yehezkiel bagaimana Yerusalem baru yang akan datang itu akan menjadi kenyataan, kitab ini juga menjelaskan bagaimana dosa itu sangatah berbahaya, Oleh karena Allah itu adil, maka Israel harus dihukum. Hanya karena kesabaran Tuhan yang besar saja Dia masih dapat mentoleransi bangsa yang sudah bobrok itu sekian lamanya, tetapi Yehezkiel membawa pesan bahwa kesabaran Tuhan terhadap bangsa Israel akhirnya habis juga.  
  
  Dikitab ini saya belajar bahwa panggilan dalam Tuhan itu melebihi segalanya, karena hal ini memengaruhi nasib kita dan orang lain kedepannya maka dari itu jangan pernah berpaling dari firman-Nya yang senantiasa menuntun kita kejalan yang benar.

Kesimpulannya

    1. Panggilan atas Yehezkiel untuk menjadi pemberita firman Allah, mengajarkan bahwa                 Allah juga memanggil setiap orang percaya untuk bersaksi tentang Kristus. 

    2. Allah memberikan tanggung jawab yang besar pada Yehezkiel.

    3. Pemberitaan yentang masa depan bangsa-bangsa lain telah degenapi, mebuktikan                 bahwa apa yang dikatakan oleh firman Allah itu benar.

   Kitab Daniel

    Sesuai nama kitabnya, kitab ini menceritakan seorang Daniel yang dipakai oleh Tuhan menjadi Hambanya yang setia, dapat kita lihat bahwa kestiaannya tampak semenjak ia dan teman-temannya diangkut ke tanah Babel, Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya (Dan 1 : 8- 16).
 Dikitab ini juga diceritakan bagaimana rasa gelisah Raja Nebukadnezar memengaruhi hidupnya oleh karena tidak dapat mengerti apa makna dari mimpi-mimpi yang ia dapatkan, dan disitulah Allah memakai Daniel sebagai penyampai pesan Allah melalui mimpi Raja Babel tersebut, karena pada saat itu tidak ada yang dapat menerjemahkan makna mimpi tersebut.
    Daniel yang dikaruniai penglihatan spritual oleh Allah ini dapat memanfaatkannya sebaik mungkin selain untuk Babel, ia juga mendapatkan penglihatan untuk masa depan bangsa Israel dan bahkan penglihatan mengenai pernyataan nubuatan akhir zaman.

    Dari sini saya belajar untuk menjadikan setiap karunia pemberian Allah itu layak untuk diperjuangkan untuk kemuliaan nama-Nya, dan jangan bermegah diri untuk kepuasan pribadi, tetaplah setia kepada Tuhan yang memberikan kita suatu karunia yang telah dipercayakan pada kita sebagai anak Tuhan.

Kesimpulannya

1. Teruslah untuk mencoba mengerti apa maksud Allah dalam kehidupan kita melalui Firman-Nya.
2. Tetap setia walau dalam pencobaan yang kita alami karena, penilaian Allah tidak pernah terlepas            dalam ujian Iman. 
3. Pakailah karunia Allah hanya untuk kemuliaan nama Tuhan bukan untuk kemuliaan diri sendiri.
 

Komentar

Postingan Populer